Siapa
yang tidak tahu Lawang Sewu? Bangunan bersejarah yang menjadi wisata ikonik ini
berada tak jauh dari monumen Tugu Muda di Semarang, Jawa Tengah. Semasa pendudukan
Belanda, gedung ini merupakan kantor Nederlands-Indische
Spoorweg Maatschappij. Masyarakat menyebutnya Lawang
Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Setelah kemerdekaan, bangunan kuno dan megah ini dipakai
sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu juga pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Saat ini Lawang Sewu telah mengalami tahap
konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan
bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.
Lawang Sewu tidak hanya bisa dijadikan tempat wisata biasa,
melainkan juga sebagai tempat belajar nilai – nilai sejarah yang ada. Harga tiket
masuk pengunjung Lawang Sewu sangatlah terjangkau, yaitu kisaran Rp5.000,00 –
Rp10.000,00 untuk wisatawan domestik. Kalau mau tahu seluk-beluk tentang
sejarah Lawang Sewu, bisa banget nih sewa tour
guide dengan biaya tambahan. Tenang, biayanya terjangkau kok dan kalian
dijamin puas muter – muter sambil dengerin penjelasan tour guide-nya. Buat kalian yang suka update instagram, di sana bener
– bener banyak spot foto yang kece dan instagrammable
loh, terutama di aula utama yang banyak kacanya dan halaman depan.
Letak
Lawang Sewu yang strategis, membuatnya sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan
pribadi maupun moda transportasi umum. Lawang
Sewu merupakan museum kereta api di Semarang. Kita dapat mengetahui sejarah
pembuatan kereta api dari kali pertama ada sampai sekarang. Berbagai macam
miniatur lokomotif dan gerbong ada di sini dan akan menambah wawasan meskipun kita
sedang berlibur. Seperti sebuah peribahasa, sambil menyelam minum air.
Selain
wisata, areal bangunan ini juga bisa digunakan untuk kegiatan lain, misalnya
foto prewedding, mengadakan sebuah event, bahkan syuting film. Namun, tetap
harus ada izin resmi kepada pihak pengelola serta mematuhi syarat dan ketentuan
ya! Mungkin kalian ada yang masih merasa takut dan ngeri, “Ihh Lawang Sewu tempat yang angker dan sepi. Pasti serem banget
walaupun siang-siang!”
Hmm
kalian kurang update berarti, hahaha.
Sekarang Lawang Sewu sudah tidak se-menyeramkan itu kok, apalagi di pagi hingga
sore hari. Pengujungnya selalu ramai, terutama di akhir pekan dan hari libur.
Untuk
kalian yang ingin menantang adrenalin kalian, bisa banget nih ke Lawang Sewu
saat malam hari. Dijamin suasananya pasti akan lebih mencekam karena biasanya
pengujung tak seramai saat pagi hingga sore hari. Ya iyalah!
Setelah
membaca sekilas paparan saya tadi, adakah yang tertarik untuk mengunjungi
Lawang Sewu? Kata orang, ke Semarang ngga
lengkap rasanya kalau ngga berkunjung
ke Lawang Sewu. Itu bener banget!
Buat yang belum pernah ke sini, ayo! Buat yang udah pernah ke sini, ayo ke dateng
lagi! Hehehe. Akan selalu banyak ilmu dan wawasan yang didapat saat berkunjung
ke tempat ini.
Mau
wisata yang murah, tapi tetep pengin
bisa menambah wawasan sejarah? Yuk, ke Lawang Sewu aja!
*Tulisan ini disusun untuk memenuhi tugas LKMM-PD Ilmu
Komunikasi FISIP Undip 2018.


