Jumat, 25 Januari 2019

Hidupku Kok Gini, Hidupmu Kok Gitu

Apakah kamu pernah merasa sedih karena hidupmu berjalan buruk?
Apakah kamu pernah merasa kecewa karena kenyataan tak seindah harapan?
Apakah kamu pernah merasa iri setelah membandingkan diri dengan orang lain yang lebih beruntung daripada kamu?

Pernah? Sering?

Cukup. Hentikan.

Ketiga hal tersebut atau kalimat negatif semacamnya tidak akan mengubah keadaanmu, yang ada malah membuatmu makin terasa berat.
Hidup yang nyaman itu dijalani sesimpel mungkin, bukan malah kamu persulit sendiri.
Lagi pula, kamu kan nggak tahu bagaimana kehidupan asli mereka yang kamu anggap lebih beruntung itu. Bisa saja dari luar tampak bahagia, tapi belum tentu dalamnya sama.

Tiap orang pasti akan menutupi kekurangannya. Itu naluri alamiah manusia. Kamu begitu, aku pun sama, dan mereka juga.
Kalau kata orang Jawa, “Urip iku sawang-sinawang”.
Saat kamu iri dengan seseorang, mungkin saja orang tersebut juga sedang iri dengan apa yang kamu miliki. Jadi, kalian saling iri tak berujung, tanpa disadari. Iri yang tertimbun lama dapat berubah menjadi dengki, loh! Hati-hati, bahaya banget.

Walaupun demikian, ada juga, loh, iri positif. Misalnya, ketika kamu melihat kesuksesan orang lain dan timbul rasa "iri" di diri kamu. Kamu malah lebih termotivasi untuk bisa sama, bahkan lebih sukses dari orang tersebut. Tujuannya ingin memperbaiki diri, bukan bersaing secara tidak sehat.

Terkadang, kalau menuruti hasrat dalam diri, pasti nggak akan ada habisnya. Selalu merasa kurang, kurang, dan kurang.
Bersyukur, hal sederhana yang acap kali sulit dilakukan.
Perbanyak bersyukur dengan keadaan dan hal apa pun yang kita miliki, karena di luar sana mungkin ada banyak orang yang ingin berada di posisi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Boleh Mengeluh Lelah, Asal Jangan Pernah Menyerah

Hidup memang berat dan tak mudah dijalani. Selalu ada saja ujian, cobaan, rintangan, atau apa pun itu julukannya. Sabar dan ikhlas jelas ...